Pembinaan Anak-anak Salman ITB

Archive for the ‘Artikel’ Category

Tulisan dari kk2, temanya bebas.

Sekolah untuk anak-anak di Malaysia

Posted by awaludin on July 16, 2008

Bekerja atau sekolah di luar negeri kadang menjadi suatu impian. Meskipun ngga jauh-jauh banget, cuma di Malaysia gitu loh. Perjalanan ke Malaysia itu malah lebih cepat daripada perjalanan dari Jakarta ke Garut. Berada di suatu tempat yang baru, dengan suasana baru, meskipun belum tentu lebih baik, akan menambah wawasan kita dan menyadarkan kita bahwa: Indonesia itu negara yang indah dan pantas untuk dirindukan. Yang herannya, kenapa negara yang tidak lebih subur, koq bisa lebih makmur ya? Itu yang jadi tugas kita, selepas pulang nanti untuk bekerja memakmurkan Indonesia.

Oke, sekarang kita kembali ke masalah sekolah. Beberapa orang yang sekolah di luar negeri ada yang mau tidak mau harus membawa keluarga. Malah, anaknya juga harus disekolahkan di luar negeri. Peraturan setiap negara tentang sekolah tentu saja berbeda.

Saya membawa dua orang anak yang siap umur sekolah. Di Malaysia, sekolah ditentukan oleh umur terutama di sekolah milik pemerintah. Dihitung dari tahun lahir, bukan dari bulan lahir. Misalnya, anak saya lahir bulan Desember 2003 maka harus sekolah dengan tingkat yang sama dengan anak yang lahir bulan Januari 2003. Kalau mau sekolah dengan tingkatan berbeda, ya harus cari sekolah swasta yang tentu saja biayanya jauh lebih mahal.

Anak pertama saya saat datang sudah bisa masuk sekolah setingkat TK umur 5 tahun. Saat itu kami daftarkan ke sekolah milik pemerintah. Biayanya sangat murah. Hanya sekitar 300 ribu rupiah (RM 120), sudah termasuk buku, seragam sekolah, dan seragam olah raga. Biaya bulanannya juga cuma sekitar 30 ribu rupiah (RM12) sudah termasuk snack untuk waktu istirahat. Selain itu, setiap bulan dapat pemeriksaan dokter. Ada dokter gigi, dokter umum, dll. Dalam satu tahun, ada acara darmawisata ke tempat-tempat menarik seperti Cameron Highland (macam puncak, tapi sama Cihideung Bandung juga masih bagusan Cihideung), Kebun Binatang, atau bahkan ke Kuala Lumpur. Gratis. Murah banget ya?

Nah, memasuki tahun kedua anak saya yang pertama harus masuk kelas 6 tahun dan anak kedua masuk kelas 5 tahun. Kalau masuk sekolah pemerintah, murah. Tapi saat itu ada berita kalau yang bukan warga negara ngga boleh daftar. Jadinya kami daftarkan ke sekolah swasta. Mahal bo. Untuk pendaftarannya saja sudah hampir RM 300 satu orang. Belum lagi biaya bulanannya yang RM 65. Kalo dihitung-hitung, biaya pendaftaran di swasta bisa untuk bayar biaya pendaftaran + bulanan selama setahun di pemerintah.

Untuk sekolah setingkat SD juga hampir sama biayanya. Cuma RM 120 untuk setahun di sekolah pemerintah. Sekolah swasta untuk pendaftarannya saja perlu uang sebanyak RM 500. Tapi mendaftar ke sekolah pemerintah perlu perjuangan sedikit. Harus mengurus surat pengantar dari tempat kerja atau sekolah, lalu ke sekolah minta surat pengantar lagi, setelah itu baru ke Kantor/Pejabat Pendidikan Negeri tempat kita tinggal. Kalau disetujui, baru bisa sekolah di sekolah pemerintah.

Sekarang, saya sedang memproses anak saya untuk sekolah setingkat SD. Prosesnya lama dan ribet. Untungnya ada beberapa teman yang sama-sama mengurus sekolah anak. Jadi ribetnya bisa disharing.
Gitu dulu, kalo ada yang mau ditanyakan bisa kontak di

awaludin@gmail.com
atau lihat blog saya di http://www.schoolofuniverse.com untuk berita terbaru dari negeri Malaysia.

Wassalam

Advertisements

Posted in Artikel | Tagged: , , | 3 Comments »

Tentang Alumni dan PAS

Posted by pasitb on September 7, 2007

Dari: seorang alumni PAS [nama pada redaksi]

Beberapa waktu yang lalu, PAS mengadakan 2 agenda yang cukup besar yaitu Sanjore dan MUKER. Dari apa yang saya perhatikan, kedua agenda itu walau dihadiri oleh sebagian besar kk aktif tetapi sangat sepi oleh alumni. Jika saya bandingkan dengan kegiatan di jaman kita yang cukup banyak alumni yang hadir, hal ini tentu membuat kita merasa prihatin.

Hal ini tentunya sedikit banyak membuat kita bertanya-tanya. Ada apa denganmu…eh maksudnya ada apa dengan PAS dan alumni?

Read the rest of this entry »

Posted in Artikel | 8 Comments »

Have a nice life 05

Posted by pasitb on June 19, 2007

Perjalanan mencari Tuhan
Raditya Eka Permana

Saya baru menyadari arti hakiki bahwa setiap manusia memang mengalami kehidupan sembari berproses. Dalam setiap alun proses tersebut sudah hampir pasti seseorang selalu akan membuat kesalahan. Hal itulah mungkin yang menyebabkan Tuhan (Allah) tidak sekonyong-konyong memvonis bahwa seseorang dinyatakan bersalah atau berdosa. Bahkan yang bersalah pun akhirnya bisa diampuni dosanya oleh Tuhan, bila mengakui kesalahan dan mau bertobat. Lebih dari itu, Tuhan Maha Berkuasa atas segala sesuatu, termasuk segala peraturan-peraturan yang telah dibuat-Nya, dalam arti : bisa saja Dia menganulir aturan-aturanNya sendiri. Sungguh kita patut bersyukur karena Tuhan adalah Yang Maha Kasih dan Penyayang.

 

Paragraf diatas mungkin hanya berlaku untuk anda yang ‘punya Tuhan’. Okelah … anda punya Tuhan. Namun, seberapa kenal anda dengan Tuhan anda sendiri? Saya sendiri, secara lisan memang berTuhan. Namun adakalanya saya lebih tunduk pada ‘fisik seorang wanita’ (Mary Jane). Saat itu saya patut bertanya : siapa sebenarnya Tuhanku.  (play the song that could cut your artery off)

 

Coba perhatikan manusia-manusia menonjol yang berada dalam lingkungan kita. Mereka menonjol pada segmen-segmen alami tertentu. Einstein, edison, newton, dan miller ‘mungkin’ menuhankan sain. Da vinci, van cough, dan shakespeare ‘mungkin’ menuhankan status avant garde. Jimmi hendrik, elvis, dan lennon ‘mungkin’ menuhankan nada. Hitler, firaun, dan nero ‘mungkin’ menuhankan power dan teritori. Gates, steve jobs, dan google ‘mungkin’ menuhankan semikonduktor. Maradonna, pele, dan ali ‘mungkin’ menuhankan kompetisi. Onasis, trump, dan raja minyak ‘mungkin’ menuhankan income. Bisa jadi justru sebagian golongan menganggap mereka semua sebagai Tuhan. Sementara orang-orang bertipikal seperti saya ‘mungkin’ menuhankan fisik seorang perempuan yang punya senyum indah.

 

Kekuasaan Tuhan tidak leleh secuilpun karenanya. Justru semua ini terjadi karena kuasa-Nya. Saya yakin kita semua akan kembali ke Tuhan yang hakiki. Manusia akan selalu berproses menuju Tuhan. Di suatu saat dimana kita menemui kehampaan di setiap tuhan-tuhan kecil kita, disitulah fitrah kita menuntun kembali diri menuju Tuhan. Disaat kita belum menemui kehampaan tetapi sudah harus dijemput oleh Tuhan, berarti Tuhan sangat menyayangi kita. Kita tidak akan pernah tahu apa yang diinginkanNya. Tiada keinginan melainkan keinginanNya Yang Maha Bijaksana. Bagi saya Tuhan yang nyata yang harus selalu dijaga seharusnya adalah ibu saya. Bukan MJ.

MJ : everybody needs help, peter. Even spiderman.

Sudahkah anda menelpon ibu anda hari ini ?
Peace
Raditya Eka Permana

Posted in Artikel | Leave a Comment »

Have a nice life 07

Posted by pasitb on June 19, 2007

Raditya Eka Permana

Order Line

Kemarin saya baru saja membaca Ahmadinejad – David diantara angkara Goliath dunia. Mengagumkan. Beliau merupakan salah satu prototype pemimpin dunia. Memang, tapi bukan Presiden Iran ini yang membuat saya menulis. Jika, saya memperhatikan di setiap batang tubuh sebuah biografi seorang pemimpin, selalu saja muncul mahluk ini. Mahluk yang saya maksud adalah order line/alur kepercayaan/ silaturahim. Simpelnya, aplikasi order line bisa dicontohkan seperti saat jendral berteriak; “tembak!” dan kemudian seluruh pasukannya mengaktifkan artilerinya.

Seseorang menjadi dielu-elukan dan diangkat sebagai seorang pemimpin atau figur publik karena banyak faktor. Namun semua faktor itu berujung pada satu nilai : citra positif. You’ll pay what you’ve got. Citra positif dibangun dengan waktu yang sangat lama. Semakin tinggi pencapaian seseorang semakin terjal dan keras lah konsekuensi perjalanan yang ditempuhnya. Perjalanan inilah yang dinamakan perjalanan menyusun line : order line. Semakin kita rajin memelihara order line semakin tebal line tersebut. Kadangkala kita menemui seseorang yang dengan singkatnya membuat order line ini. Namun resiko yang mungkin terjadi jika order line diperoleh dalam waktu singkat adalah kecemburuan sosial, karena disitu selalu ada celah. Easy come easy go.

Order line mirip dengan power (kekuasaan). Namun power itu bisa dihibahkan, sedangkan order line harus dirintis. Sehingga pemilik order line bisa jadi bersifat informal. Kita semua memilikinya selama kita membayarnya. You’ll get what you’ve paid.

Lalu apa yang terjadi, jika ada lebih dari 1 orang yang memiliki jaringan order line yang sangat kuat tersebut berdiri bersama? Sepertinya tidak akan terjadi apa-apa selama tidak ada perbedaan kepentingan. Kita akan terus berjuang mati-matian atas apa yang kita percayai.

Patternnya memang seperti itu. Jadi sudah menjadi pola yang sangat umum di dunia ‘manusia’ ini. Hal natural ini terus berlangsung sejak manusia primitif hingga jaman nuklir ini. Dan terus meregulasi untuk menjadi lebih baik.

Sesuatu yang ditakutkan adalah bila seorang pemilik order line ini dan seluruh pengikutnya yang mempercayainya ternyata sesat. Tidak bisa dibayangkan jika kita tersesat, semuanya akan hancur tak bersisa. Perkembangan teknologi manusia memang diakui berubah drastis. Namun perilaku manusia yang serakah sepertinya tidak banyak mengalami perubahan. Perkembangan teknologi diarahkan untuk indera manusia bukan untuk hati manusia. Semua yang tidak enak dipandang/dirasakan diperbaiki supanya nyaman untuk indera kita. Sehingga kita mati-matian mengejar materi yang nyaman untuk indera kita. Simpelnya, kita lebih senang jika kita merasa lebih nyaman daripada orang lain, daripada melihat seorang miskin yang makan dengan lahap setelah seharian tidak makan dan tidur di tempat yang tidak layak. Sosialis tidak selamanya benar namun kapitalis juga tidak bisa disalahkan, selama semuanya dikemas dengan hati yang mulia. Sungguh kita semua pasti takut jika tersesat.

Kita tidak perlu khawatir selama kita masih punya hati. Tuhan mempunyai kuasa yang tak terbatas. Semuanya terserah Dia. Dia selalu benar dan tidak butuh order line. Setiap jendral niscaya tidak menemui semua pasukannya akan menembakkan amunisinya walau sudah berkomando-tembak, melainkan tergantung kepentingan dan kondisinya. Realitanya belum pernah ada pemimpin yang bisa memimpin seluruh manusia yang super majemuk ini dalam satu kesatuan. Karena Rasul pernah menyampaikan bahwa Tuhan akan Memberi petunjuk untuk umatnya yang mau diberi petunjuk, dan akan Menyesatkan umatnya yang ingin disesatkan.

Wallahu alam

Raditya Eka Permana

Posted in Artikel | Leave a Comment »

Antara Isa dan Muhammad

Posted by pasitb on May 15, 2007

by K Anis

Seringnya terjadi salah paham antara umat Kristiani dan umat Islam, maka perlulah sedikit upaya untuk menjernihkan suasana. Mari mencermati bersama.

Sebenarnya apa yang terjadi pada umat Islam juga terjadi pada umat Kristiani.

  • Pada umat Islam, terjadi kubu Sunni dan Syiah. Lalu berkembang juga banyak varian dan kelompok disetiap negara, seperti Ahmadiyah, NU, Muhammadiyah, Ikhwanul Muslimin, Aswaja dsb.
  • Pada umat Kristiani, terjadi kubu Katolik dan Kristen. Juga berkembang banyak varian dan kelompok di setiap negara, seperti Kristen Ortodoks, Protestan, Pantekosta, Kristen Batak, Kristen Jawa dsb.

Kemudian terjadi juga pergulatan pemikiran dalam menghadapi modernitas, melahirkan kaum liberalis dan pluralis disetiap kelompok umat Muhammad dan umat nabi Isa. Kesimpulan, nyata-nyata terjadi hal yang hampir sama pada keduanya.

Islamkah Isa?

Read the rest of this entry »

Posted in Artikel | Leave a Comment »