Pembinaan Anak-anak Salman ITB

Kemah Alam PAS ITB: Menggugah Keberanian Adik

Posted by pasitb on June 18, 2008

Pada tanggal 27-28 Januari 2007, PAS ITB (Pembinaan Anak Salman ITB) menggelar acara Kemah Alam (Kelam) PAS. Berangkat dari Bandung pukul dua siang, rombongan PAS sampai di Desa Sukawana sekitar saat Azan Ashar berkumandang.

Acara tersebut asalnya merupakan program rutin klub surviva PAS -semacam klub Pencinta Alam untuk anak-anak- yang sempat vakum selama 4 semester. Farid Wajidnashiry, ketua pelaksana Kelam mengatakan bahwa kevakuman itu terjadi karena kurangnya persiapan dan kurangnya peminat.

Dua tahun yang lalu acara Kelam hanya diikuti oleh tujuh orang peserta yang merupakan anggota Surviva. Seperti yang dijelaskan oleh Kepala Departemen Surviva, Leni Purwanti, “Karena hanya sedikit yang mengikuti, akhirnya PAS memutuskan tahun ini Kelam akan diadakan tidak hanya untuk anggota klub Surviva saja tapi untuk seluruh anggota PAS Sekolah Dasar” Akhirnya peserta Kelam tahun ini pun meningkat. Empat puluh peserta SD dari 120 keseluruhan anggota.

Hanya dengan biaya sepuluh ribu saja, adik-adik PAS dapat menikmati berkemah dekat kebun teh dan mengikuti acara-acara yang seru. Rangkaian acara Kelam tahun ini memang cukup menarik. Adik-adik bisa mencoba Flying Fox langsung di alam yang biasanya hanya diadakan di Taman Ganesha. Acara puncaknya lebih seru lagi, yaitu jurit malam di kebun teh. Haidar, salah satu peserta, kelas 3 SD Zakaria menceritakan bahwa pengalaman jurit malam itu seru, menyeramkan dan butuh keberanian.

Acara jurit malam tersebut dikemas dengan sangat baik. Empat puluh peserta yang mengikuti Kelam dibagi 10 kelompok. Masing-masing kelompok harus mendatangi empat pos dengan masing-masing tugas. Tugas-tugas yang diberikan intinya mengajarkan adik untuk dapat bekerjasama dalam tim dan untuk dapat berani. Peserta lain, Naufal dari kelas 4 SD Salman Al-Farisi, berceloteh, “Acaranya bisa bikin kita lebih mandiri.”
Acara jurit malam tersebut ditutup dengan penyalaan lodong – semacam meriam yang berbahan ledak karbit – yang bunyinya cukup menggemparkan. Penyalaan lodong itupun diikuti dengan nyanyian mars PAS yang membahana di bumi perkemahan.

Meskipun acaran Kelam berlangsung singkat, ada saja kejadian lucu yang diceritakan oleh adik PAS. Haidar bercerita bahwa ketika malam, dia tidak bisa tidur karena ada yang menangis. Rupanya temannya, Fikri sedang menangis tersedu-sedu karena ketumpahan kuah mi instan.

Setelah menginap satu malam, keesokannya, tanggal 28 Januari, pada pukul 10.00 adik-adik PAS melakukan Bakti Sosial. Bakti Sosial tersebut berbentuk pemberian hadiah dari masing-masing adik untuk anak-anak yang sering beraktivitas di sebuah masjid kecil dekat kebun teh. Selain itu kakak PAS juga sudah membawa barang-barang yang diperlukan untuk masjid tersebut. Penduduk sekitar terlihat antusias dan senang atas pemberian dari PAS.

[diambil dari http://www.salman.itb.ac.id%5D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: