Pembinaan Anak-anak Salman ITB

Tentang Alumni dan PAS

Posted by pasitb on September 7, 2007

Dari: seorang alumni PAS [nama pada redaksi]

Beberapa waktu yang lalu, PAS mengadakan 2 agenda yang cukup besar yaitu Sanjore dan MUKER. Dari apa yang saya perhatikan, kedua agenda itu walau dihadiri oleh sebagian besar kk aktif tetapi sangat sepi oleh alumni. Jika saya bandingkan dengan kegiatan di jaman kita yang cukup banyak alumni yang hadir, hal ini tentu membuat kita merasa prihatin.

Hal ini tentunya sedikit banyak membuat kita bertanya-tanya. Ada apa denganmu…eh maksudnya ada apa dengan PAS dan alumni?

Di milis, kita terkadang memperbincangkan PAS…bahwa PAS sebaiknya begini dan begitu. Tetapi, kita hanya berperan tidak lebih dari seorang komentator bola (hidup PERSIB…ups, OOT!). Kita tidak bersedia mengambil peran serta aktif lebih dari mengkritisi jarak jauh.  Saya cukup maklum bahwa sebagian besar dari kita sudah punya kesibukan masing-masing. Tetapi, kita juga harus mengakui bahwa sebagian besar dari kita sebenarnya sangat enggan untuk menjalin relasi dengan organisasi bernama PAS (apapun sebabnya). Ada saja permasalahan yang membuat kita enggan sekedar terlibat dengan PAS….entah karena luka lama yang sulit hilang di sebagian kakak (yang biasanya bersifat personal) sampai dengan rasa sungkan karena merasa sudah tidak dikenal lagi. Dan makin hari, keengganan ini makin mengental di antara alumni PAS. Sehingga, PAS dan alumni semakin terasa berjarak.

Apakah kita sudah melupakan mimpi-mimpi kita selama kita aktif di PAS? Ataukah mungkin kita menemukan tempat lain untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu di tempat lain? Apapun itu, kurang baik juga jika kemudian kita memutuskan tali silaturahmi karena harus diakui juga bahwa kita berhutang banyak proses pembelajaran kepada sebuah tempat bernama PAS. Sekedar datang ke kegiatan PAS tidak akan membuat kita bangkrut koq (kecuali yang kerjanya di Arab Saudi).

Hal ini juga diperparah dengan sikap kakak aktif PAS yang nampak cuek dengan alumni. Entah karena mereka memang benar-benar sibuk saat kebetulan kita main ke lantai 3 (juga di berbagai kegiatan PAS) atau juga karena rasa canggung untuk menyapa duluan. Walau sebenarnya saya merasa kakak PAS masih ramah seperti dulu, tetapi karena perbedaan jarak generasi, terkadang pembicaraan yang terjadi kurang bisa mengalir.  Hubungan ini juga makin renggang karena andil sebagian tindakan kurang sensitif kakak aktif PAS. Pertanyaan umum seperti “lagi ngapain di sini kak?” seperti menyiratkan bahwa alumni tidak berhak hadir di PAS kecuali kalau ada keperluan spesifik. Walau saya tahu ini adalah sebuah basa-basi, tapi dalam kasus ini nampak terlalu basi dan bisa membuat salah tafsir.

Hal yang mungkin kurang dari PAS secara organisasi dalam mengelola hubungannya dengan alumni adalah kurangnya sosialisasi kegiatan PAS dan ajakan dari organisasi PAS untuk berperan serta dalam kegiatan PAS yang bersifat lebih personal (sms atau email secara langsung maksudnya). Walaupun sudah ada media Ikatan Alumni, tetapi wadah Ikatan Alumni juga kurang berdaya guna. Kesan kurang baik yang muncul adalah bahwa kakak PAS aktif akan menghubungi hanya jika membutuhkan pemateri atau sponsor hanya karena kurangnya silaturahmi di antara kita.

Saya menulis ini sebagai ajakan buat kita semua untuk lebih peduli tentang organisasi yang dulu pernah kita geluti. Ini tidak harus dilakukan dengan cara aktif membina kakak PAS sekarang koq, cuman perlu datang sesekali untuk menengok dan menjalin relasi dengan PAS. Harus diakui, kita berhutang banyak sebuah proses pembelajaran untuk mendewasakan diri dari PAS (bahkan juga sebuah mahligai pernikahan untuk beberapa pasangan, he he he :D). Nah, PAS nampaknya sekarang membutuhkan kita sebagai alumni yang lebih peduli. Mungkin sudah saatnya kita mulai membayar hutang kita🙂.

8 Responses to “Tentang Alumni dan PAS”

  1. Hmm, biasa aja deh hubungan dengan alumni kurang baik. Setiap orang kan punya kesibukan sendiri-sendiri. Alumni peduli, tapi kalo aku sih, biar aja pembina aktif berjuang mempertahankan PAS sendiri. Kejam kali yee, tapi dengan begitu mudah-mudahan jadi lebih dewasa. Biar organisasinya mati segan hidup mau, yang penting orang-orangnya makin tumbuh dewasa.

  2. risahmawati said

    makin parah kah?
    ikut prihatin saya…
    waktu saya masih sering hang out di lantai 3, isu ini udah santer…
    any way, saya sendiri sebagai kakak PAS sampe sekarang ga merasa jadi ngalumni, perasaan masih jadi kakak PAS deh :-p
    tapi memang udah luamah buanget ga ngasi kontribusi, maaph ya😦
    buat kakak yang masih aktif saya percaya, semangat untuk memperjuangkan generasi Robbi Rodliya yang kita idamkan tetap ada di hati kakak semua. Ganbate ne!!

  3. Ass…sy lina..kakak PAS smt 26..wah dah lama juga ga dngr kabar tentang PAS,..dulu mo kuliah,mampir lt.3,pulang kuliah,mampir jg d lt 3,padahal ga ada yg di kerjain,cuma baca dan isi BUKOM aja..msh ada ga ya..trus duduk2 di keputren,rindu juga dengan suasana PAS…Tp kalau kesana agak sulit juga nih..krn sdh ga domisili di bandung lagi…ok deh,buat kakak – kakak Pas..tetap semangat ya…and keep smilling…wss

  4. joni trismanto-jkt, alum smt 0 said

    assalamualaikuuuumm,
    kemaren ada semacam kumpulan, beberapa datang dari jakarta, dan banyak anggota MPRS (majelis Penyuka? Rekreasi dan Santai) rombongan dari bandung. semua semangat hadir untuk suatu silaturahmi di rmah mas hari tjahyono di bsd the castilla , wow keren…..
    intinya, kami sangat termuliakan, ada doa yang membumbung, ada rindu yang menyelinap, lucu yang mengendap, dan ada tawa yang menyergap, yang rame mereka dan juga saya terintimidasi untukmenjajal trek JPG BSD dengan speda masing2. saya pakai bmx aja, mereka pake speda yang katanya beli garpu saja resikonya harus diuring2 i istrinya…karena saking mahalnya,
    saya adalah pesepeda kelas sendiri… non komunitas… namun sok berani, pernah melahap bandung jakarta bandung tahun 85an.beberapa kawan lebih edun, naik gunung kilimanjaro afrika pake sepeda…temen sekelas saya Kujang Putra, SR ITB 83, nyamperin saya di cairo pake sepeda lewat 15 negara, kang hadi temen ketemu di cairo keliling speda .. wah mereka memang doyan en tangguh..
    pesan saya kepada kaum muda: mari berspeda, mari taklukan nyali kita, dan juga ego kita, berspeda tidak karena keinginan untuk menyenangkan diri melulu (dengan memiliki speda yang paling top) namun mengambil waktu kita unruk keluarga, berspeda adalah mengkaji diri, masih mampukah kaki ini dan napas pemberian Allah ini mengiringi medan yang terjal dan ganas?…jangan sering2 karena ada waktu kita untuk yang lain,
    jika ada ide untuk bakti sosial itu lebih mulia, menyapa pejalan kaki yang memberikan jalan kepada kita…
    dan bagi MONCROT, saya salut karena silaturahmi kalian mampu membuat warna di lingkungan alumni PAS dan kakak aktif PAS…
    terusin aja deh.. kalu ada acara jgn lupa subscript ke sini barangkali say ada umur bisa gabung..
    untuk Kang Hartjah, syukron atas penerimaaannya… dan masakan Teh Dian enuaaak tenan…
    Buat Kang Indra? tolong foto2nya.. ya.. apalagi aksi BMX itu… (walu lebih 10 x rantai lepas, kagak ngaruh, pasang lagi , dorong lagi dan kuntit terus,…)foto2 nanti bakal intermezo di rumah…
    sekian salam kompak MONCROT,

    Mengenai PAS BUABAR?
    J a n g a n ….. sampai ya…
    benar, itu ada fase pembelajaran dimana kita berhutang sesuatu padanya,
    kita mah hukumnya wajib…ngebantu jika mampu, paling gak kasih poerhatian lewat email atau menengok ke lt 3.
    segitu aja ya…
    wasslam
    J Trismanto-teater PAS 83- SR ITB 83

  5. joni trismanto-jkt, alum smt 0 said

    SAya boleh nimbrung?..
    Assalamualaikum, Gini ya, siapa yang ingin punya rumah minimalis, dengan trend Global Warming aprroach (walah susah amat ya..) boleh ikut nimbrung disini. kalu ada email boleh kasih ntar saya attach denah rumah yang serba aneh:
    1. ruang 4×4 tingi 5 mter anda dapat: r tamu, rg tv, pantry, study room, km/wc, walking toilet, 3 km tidut, dan tangga .cocok untuk kost dan unit aprtemen mahasiswa di jatinangor.
    2. Rumah mungil dengan pendekatan ramah lingkungan. No AC tapi tetap nyaman,or 1 AC for all room- with ducting system, no ligh ton the day light-memanfaatkan cahaya alami, pokoke very small electric consumption..integrated garbage system, intgrated anti maling system with alarm tuit.. tuit… atau bunyi sekehendak kita/ voice recording, central hot water untuk 4 Kamar mandi, dan apalagi ya.. ya pokoke sediakan tanah aja… urusan ruang dan penampakanya kita olah sama-sama. ini IKLAN LINGKUNGAN HIDUP ya…ya..bonus desain rumah
    wasslam
    yoni tr interior ITB 83

  6. ariefz45 said

    http://www.alumni-smknwanareja.co.nr/2009/01/18/pas-one-wadah-alumni-smk-n-1-wanareja/

    Website Alumni SMKN 1 Wanareja Cilacap, Mengucapkan Selamat atas suksesnya penyelenggaraan Sanjore dan MUKER yang dilaksanakan oleh Pembinaan Anak Salman ITB….

  7. Auliana_48 said

    assalamu’alaikum…

  8. galih42 said

    rindu lt 3 !!!! dulu sering bolos kul cuma utk datang ke “surga” itu, dari rumah niat kul serius, eh didepan kampus lihat bis antapani, naik deh trus turun di balubur, kelantai 3 lagi ke lantai 3 lagi, abis seru, indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: