Pembinaan Anak-anak Salman ITB

Have a nice life 07

Posted by pasitb on June 19, 2007

Raditya Eka Permana

Order Line

Kemarin saya baru saja membaca Ahmadinejad – David diantara angkara Goliath dunia. Mengagumkan. Beliau merupakan salah satu prototype pemimpin dunia. Memang, tapi bukan Presiden Iran ini yang membuat saya menulis. Jika, saya memperhatikan di setiap batang tubuh sebuah biografi seorang pemimpin, selalu saja muncul mahluk ini. Mahluk yang saya maksud adalah order line/alur kepercayaan/ silaturahim. Simpelnya, aplikasi order line bisa dicontohkan seperti saat jendral berteriak; “tembak!” dan kemudian seluruh pasukannya mengaktifkan artilerinya.

Seseorang menjadi dielu-elukan dan diangkat sebagai seorang pemimpin atau figur publik karena banyak faktor. Namun semua faktor itu berujung pada satu nilai : citra positif. You’ll pay what you’ve got. Citra positif dibangun dengan waktu yang sangat lama. Semakin tinggi pencapaian seseorang semakin terjal dan keras lah konsekuensi perjalanan yang ditempuhnya. Perjalanan inilah yang dinamakan perjalanan menyusun line : order line. Semakin kita rajin memelihara order line semakin tebal line tersebut. Kadangkala kita menemui seseorang yang dengan singkatnya membuat order line ini. Namun resiko yang mungkin terjadi jika order line diperoleh dalam waktu singkat adalah kecemburuan sosial, karena disitu selalu ada celah. Easy come easy go.

Order line mirip dengan power (kekuasaan). Namun power itu bisa dihibahkan, sedangkan order line harus dirintis. Sehingga pemilik order line bisa jadi bersifat informal. Kita semua memilikinya selama kita membayarnya. You’ll get what you’ve paid.

Lalu apa yang terjadi, jika ada lebih dari 1 orang yang memiliki jaringan order line yang sangat kuat tersebut berdiri bersama? Sepertinya tidak akan terjadi apa-apa selama tidak ada perbedaan kepentingan. Kita akan terus berjuang mati-matian atas apa yang kita percayai.

Patternnya memang seperti itu. Jadi sudah menjadi pola yang sangat umum di dunia ‘manusia’ ini. Hal natural ini terus berlangsung sejak manusia primitif hingga jaman nuklir ini. Dan terus meregulasi untuk menjadi lebih baik.

Sesuatu yang ditakutkan adalah bila seorang pemilik order line ini dan seluruh pengikutnya yang mempercayainya ternyata sesat. Tidak bisa dibayangkan jika kita tersesat, semuanya akan hancur tak bersisa. Perkembangan teknologi manusia memang diakui berubah drastis. Namun perilaku manusia yang serakah sepertinya tidak banyak mengalami perubahan. Perkembangan teknologi diarahkan untuk indera manusia bukan untuk hati manusia. Semua yang tidak enak dipandang/dirasakan diperbaiki supanya nyaman untuk indera kita. Sehingga kita mati-matian mengejar materi yang nyaman untuk indera kita. Simpelnya, kita lebih senang jika kita merasa lebih nyaman daripada orang lain, daripada melihat seorang miskin yang makan dengan lahap setelah seharian tidak makan dan tidur di tempat yang tidak layak. Sosialis tidak selamanya benar namun kapitalis juga tidak bisa disalahkan, selama semuanya dikemas dengan hati yang mulia. Sungguh kita semua pasti takut jika tersesat.

Kita tidak perlu khawatir selama kita masih punya hati. Tuhan mempunyai kuasa yang tak terbatas. Semuanya terserah Dia. Dia selalu benar dan tidak butuh order line. Setiap jendral niscaya tidak menemui semua pasukannya akan menembakkan amunisinya walau sudah berkomando-tembak, melainkan tergantung kepentingan dan kondisinya. Realitanya belum pernah ada pemimpin yang bisa memimpin seluruh manusia yang super majemuk ini dalam satu kesatuan. Karena Rasul pernah menyampaikan bahwa Tuhan akan Memberi petunjuk untuk umatnya yang mau diberi petunjuk, dan akan Menyesatkan umatnya yang ingin disesatkan.

Wallahu alam

Raditya Eka Permana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: