Pembinaan Anak-anak Salman ITB

Archive for June, 2007

SANJORE – Pesantren Kilat Jambore

Posted by pasitb on June 22, 2007

    Matahari mulai merendah dan cahayanya mulai meredup. Sementara itu, orang-orang bergumal di sekitar penitipan sepatu Masjid Salman, mereka baru saja menyelesaikan shalat Asharnya. Di ujung selatan selasar hijau, tepat di depan penitipan sepatu, ada dua meja panjang di atas dua tikar. Di atas tikar, ada dua orang wanita, berjilbab, duduk bersimpuh. Di samping mereka, ada banner bertuliskan “SANJORE mencari harta karun di negeri air.” Wah….apa itu Sanjore?

Sanlat Jambore kata mereka.
Apa itu?

Sanlat kependekan dari Pesantren Kilat, lalu Jambore? Kata jambore berasal dari Jamboree dalam bahasa Inggris, yang menurut Encarta Dictionary: big celebration: a large-scale planned celebration with various events and entertainments. Dari definisi ini, akan terbayang dalam benak kita, betapa ramai dan penuh dengan kegiatannya acara ini. Tentu saja, menurut mereka yang jaga, acara Sanjore yang akan di selenggarakan selama lima hari, dari tanggal 2 sampai 6 Juli ini akan dipadati dengan kegiatan-kegiatan menarik. Mulai dari simulasi bencana, training metode Alquran dengan metode kinestetik, kunjungan ke pabrik pengolahan susu dan  PLTA dan masih banyak lagi. Sanjore ini rencananya akan di laksanakan di Situ Cileunca, Pangalengan.

Menarik. Lalu, bila menggeser sedikit pandangan ke arah timur, tepat di depan Gedung Kayu, akan kita lihat beberapa orang sedang asyik berjongkok. Apa yang mereka kerjakan? Beberapa orang menempel-menempel kertas HVS bekas ukuran A4 membentuk kotak dengan ukuran sekitar 4×5 m2. Yang lainnya sibuk membuat aneka gambar, kepiting, anak yang sedang bermain dan banyak lagi. Sebagian lainnya dengan kuas di tangan mewarnai gambar-gambar yang telah di buat dengan aneka warna-warna terang, yang memberi kita kesan ceria.

Apa tujuan mereka melakukan semua itu? Setelah bertanya pada salah seorang dari mereka, segeralah kita tahu mereka dari PAS (Pembinaan Anak-anak Salman). Sebuah unit Salman ITB yang memfokuskan kegiatannya di bidang pembinaan anak-anak dari mulai umur 3 tahun (TK kecil) sampai kelas 6 SD. Nah, yang sedang mereka lakukan sekarang adalah mempersiapkan media visual untuk acara Sanjore. Hmm…ternyata, yang menyelenggarakan acara Sanjore ini adalah PAS ITB!

PAS ITB memang mempunyai sejarah panjang dalam pelaksanaan acara-acara anak yang kental dengan pembinaan keislaman dan pembentukan karakter anak. Tengok saja catatan jumlah Sanlat yang telah diselenggarakan oleh PAS ITB: 19 kali. Ini berarti, selama kurang lebih 19 tahun PAS ITB telah berpengalaman mengelola acara-acara seperti ini.

Sanjore ini adalah sanlat ke 20 yang akan diselenggarakan oleh PAS ITB. Sampai saat ini animo anak-anak yang ingin mengikuti acara ini cukup tinggi, setidaknya sudah 73 anak mendaftarkan dirinya di acara ini. Wajah mereka, anggota PAS ITB, terlihat ceria ketika mengatakan sudah 73 anak mendaftar di Sanjore, seolah menghapus kelelahan yang terlihat dari wajah mereka setelah seharian mengerjakan media untuk Sanjore.

Matahari turun lebih rendah lagi, memberi keteduhan suasana. Sementara para anggota PAS terlihat mulai membereskan peralatan mereka. Stan pendaftaran yang tadinya ada di selasar hijau (asalnya di depan gedung kayu, tapi, karena gerimis di pindah ke selasar hijau) dan kemudian di pindah ke depan gedung kayu pun mulai di bereskan. Mereka semua membawa barang-barang mereka ke lantai tiga gedung kayu, sekre PAS ITB.

— sanjore press —

Advertisements

Posted in Info PAS-ITB | 8 Comments »

Have a nice life 05

Posted by pasitb on June 19, 2007

Perjalanan mencari Tuhan
Raditya Eka Permana

Saya baru menyadari arti hakiki bahwa setiap manusia memang mengalami kehidupan sembari berproses. Dalam setiap alun proses tersebut sudah hampir pasti seseorang selalu akan membuat kesalahan. Hal itulah mungkin yang menyebabkan Tuhan (Allah) tidak sekonyong-konyong memvonis bahwa seseorang dinyatakan bersalah atau berdosa. Bahkan yang bersalah pun akhirnya bisa diampuni dosanya oleh Tuhan, bila mengakui kesalahan dan mau bertobat. Lebih dari itu, Tuhan Maha Berkuasa atas segala sesuatu, termasuk segala peraturan-peraturan yang telah dibuat-Nya, dalam arti : bisa saja Dia menganulir aturan-aturanNya sendiri. Sungguh kita patut bersyukur karena Tuhan adalah Yang Maha Kasih dan Penyayang.

 

Paragraf diatas mungkin hanya berlaku untuk anda yang ‘punya Tuhan’. Okelah … anda punya Tuhan. Namun, seberapa kenal anda dengan Tuhan anda sendiri? Saya sendiri, secara lisan memang berTuhan. Namun adakalanya saya lebih tunduk pada ‘fisik seorang wanita’ (Mary Jane). Saat itu saya patut bertanya : siapa sebenarnya Tuhanku.  (play the song that could cut your artery off)

 

Coba perhatikan manusia-manusia menonjol yang berada dalam lingkungan kita. Mereka menonjol pada segmen-segmen alami tertentu. Einstein, edison, newton, dan miller ‘mungkin’ menuhankan sain. Da vinci, van cough, dan shakespeare ‘mungkin’ menuhankan status avant garde. Jimmi hendrik, elvis, dan lennon ‘mungkin’ menuhankan nada. Hitler, firaun, dan nero ‘mungkin’ menuhankan power dan teritori. Gates, steve jobs, dan google ‘mungkin’ menuhankan semikonduktor. Maradonna, pele, dan ali ‘mungkin’ menuhankan kompetisi. Onasis, trump, dan raja minyak ‘mungkin’ menuhankan income. Bisa jadi justru sebagian golongan menganggap mereka semua sebagai Tuhan. Sementara orang-orang bertipikal seperti saya ‘mungkin’ menuhankan fisik seorang perempuan yang punya senyum indah.

 

Kekuasaan Tuhan tidak leleh secuilpun karenanya. Justru semua ini terjadi karena kuasa-Nya. Saya yakin kita semua akan kembali ke Tuhan yang hakiki. Manusia akan selalu berproses menuju Tuhan. Di suatu saat dimana kita menemui kehampaan di setiap tuhan-tuhan kecil kita, disitulah fitrah kita menuntun kembali diri menuju Tuhan. Disaat kita belum menemui kehampaan tetapi sudah harus dijemput oleh Tuhan, berarti Tuhan sangat menyayangi kita. Kita tidak akan pernah tahu apa yang diinginkanNya. Tiada keinginan melainkan keinginanNya Yang Maha Bijaksana. Bagi saya Tuhan yang nyata yang harus selalu dijaga seharusnya adalah ibu saya. Bukan MJ.

MJ : everybody needs help, peter. Even spiderman.

Sudahkah anda menelpon ibu anda hari ini ?
Peace
Raditya Eka Permana

Posted in Artikel | Leave a Comment »

Have a nice life 07

Posted by pasitb on June 19, 2007

Raditya Eka Permana

Order Line

Kemarin saya baru saja membaca Ahmadinejad – David diantara angkara Goliath dunia. Mengagumkan. Beliau merupakan salah satu prototype pemimpin dunia. Memang, tapi bukan Presiden Iran ini yang membuat saya menulis. Jika, saya memperhatikan di setiap batang tubuh sebuah biografi seorang pemimpin, selalu saja muncul mahluk ini. Mahluk yang saya maksud adalah order line/alur kepercayaan/ silaturahim. Simpelnya, aplikasi order line bisa dicontohkan seperti saat jendral berteriak; “tembak!” dan kemudian seluruh pasukannya mengaktifkan artilerinya.

Seseorang menjadi dielu-elukan dan diangkat sebagai seorang pemimpin atau figur publik karena banyak faktor. Namun semua faktor itu berujung pada satu nilai : citra positif. You’ll pay what you’ve got. Citra positif dibangun dengan waktu yang sangat lama. Semakin tinggi pencapaian seseorang semakin terjal dan keras lah konsekuensi perjalanan yang ditempuhnya. Perjalanan inilah yang dinamakan perjalanan menyusun line : order line. Semakin kita rajin memelihara order line semakin tebal line tersebut. Kadangkala kita menemui seseorang yang dengan singkatnya membuat order line ini. Namun resiko yang mungkin terjadi jika order line diperoleh dalam waktu singkat adalah kecemburuan sosial, karena disitu selalu ada celah. Easy come easy go.

Order line mirip dengan power (kekuasaan). Namun power itu bisa dihibahkan, sedangkan order line harus dirintis. Sehingga pemilik order line bisa jadi bersifat informal. Kita semua memilikinya selama kita membayarnya. You’ll get what you’ve paid.

Lalu apa yang terjadi, jika ada lebih dari 1 orang yang memiliki jaringan order line yang sangat kuat tersebut berdiri bersama? Sepertinya tidak akan terjadi apa-apa selama tidak ada perbedaan kepentingan. Kita akan terus berjuang mati-matian atas apa yang kita percayai.

Patternnya memang seperti itu. Jadi sudah menjadi pola yang sangat umum di dunia ‘manusia’ ini. Hal natural ini terus berlangsung sejak manusia primitif hingga jaman nuklir ini. Dan terus meregulasi untuk menjadi lebih baik.

Sesuatu yang ditakutkan adalah bila seorang pemilik order line ini dan seluruh pengikutnya yang mempercayainya ternyata sesat. Tidak bisa dibayangkan jika kita tersesat, semuanya akan hancur tak bersisa. Perkembangan teknologi manusia memang diakui berubah drastis. Namun perilaku manusia yang serakah sepertinya tidak banyak mengalami perubahan. Perkembangan teknologi diarahkan untuk indera manusia bukan untuk hati manusia. Semua yang tidak enak dipandang/dirasakan diperbaiki supanya nyaman untuk indera kita. Sehingga kita mati-matian mengejar materi yang nyaman untuk indera kita. Simpelnya, kita lebih senang jika kita merasa lebih nyaman daripada orang lain, daripada melihat seorang miskin yang makan dengan lahap setelah seharian tidak makan dan tidur di tempat yang tidak layak. Sosialis tidak selamanya benar namun kapitalis juga tidak bisa disalahkan, selama semuanya dikemas dengan hati yang mulia. Sungguh kita semua pasti takut jika tersesat.

Kita tidak perlu khawatir selama kita masih punya hati. Tuhan mempunyai kuasa yang tak terbatas. Semuanya terserah Dia. Dia selalu benar dan tidak butuh order line. Setiap jendral niscaya tidak menemui semua pasukannya akan menembakkan amunisinya walau sudah berkomando-tembak, melainkan tergantung kepentingan dan kondisinya. Realitanya belum pernah ada pemimpin yang bisa memimpin seluruh manusia yang super majemuk ini dalam satu kesatuan. Karena Rasul pernah menyampaikan bahwa Tuhan akan Memberi petunjuk untuk umatnya yang mau diberi petunjuk, dan akan Menyesatkan umatnya yang ingin disesatkan.

Wallahu alam

Raditya Eka Permana

Posted in Artikel | Leave a Comment »