Pembinaan Anak-anak Salman ITB

Agar ke kebun binatang lebih berkesan

Posted by pasitb on April 5, 2007

Post By K Echa

Pfiuh….baru sampai dari Kebun Binatang München nih. Lumayan pegal-pegal. Bagaimana nggak pegal? 5 jam berkeliling kebun binatang! Pas keluar, kebun binatangnya saja sudah tutup. Padahal itu juga baru keliling separuh kebun binantang. Tapi Masha dan Rangga kelihatannya puas sih. Mereka berdua senang sekali apalagi di bonbinnya dengan keluarga jeumpa. Cuaca juga sangat mendukung. Tak terik tapi juga tak dingin dan tak hujan. Pas sekali nyamannya.

Ke kebun binatang memang sudah jadi agenda tahunan. Setiap tahun biasanya paling tidak sekali pergi ke bonbin. Kadang lebih. Karena dari Kindergarten sering juga ada acara di bonbin. Kecuali tahun lalu, karena cuaca dan waktu yang tak pernah kompak, jadi terlewat deh agenda satu ini.

Yang paling menarik perhatianku dari semua kunjungan ke bonbin adalah perubahan respon Masha dan Ra dari tahun ke tahun. Umur (baca: tingkat perkembangan) jelas punya pengaruh besar. Dan semakin besar, mereka semakin interaktif dan enjoy. Jadi mulai sejak sebelum, selama, dan sesudah kunjungan jadi semakin seru.

Biasanya kalau mau pergi, ada ‘pengantar’ dulu. Begitu juga dengan ke bonbin. Pengantarnya disesuaikan dengan umur. Biasanya berupa cerita, permainan, film, atau prakarya. Inginnya sih, adanya pengantar membantu anak menyiapkan diri, juga agar tak mati gaya nantinya. Untuk anak yang lebih kecil persiapan diri juga memberi rasa aman. Karena mereka jadi tahu apa yang akan mereka hadapi. Untuk anak yang lebih besar, pengantar memberi kesempatan mereka mempersiapkan apa yang ingin mereka lakukan di tempat tujuan. Mungkin perlu membawa sesuatu dari rumah.

Kemarin termasuk mendadak sekali rencananya. Jadi tak banyak pengantarnya. Cuma sempat di mobil aku memberi pengantar sekilas suasana bonbin untuk Rangga karena Rangga sudah lupa. Masha masih ingat, jadi hanya menyimak dan sesekali membantuku cerita ke Rangga. Kami juga masih sempat membahas ‘misi’ apa yang ingin mereka lakukan kali ini. Masha sudah bisa menentukan sendiri. Sementara Rangga, aku yang menetapkan. Misi Rangga adalah mencari binatang dengan warna-warna tertentu. Selama membahas ‘pengantar’ ini saja kedua kurcaciku itu sudah heboh.

Ketika di bonbin Masha jelas lebih ‘hidup’dan mandiri. Matanya berbinar-binar terus. Ketertarikan, ingatan, dan pengamatannya sudah lebih detil. Orientasinya juga sudah bagus. Meski ada binantang favorit, tapi karena sudah lebih ke detil, Masha jadi punya kesan baru yang menarik pada semua binatang. Rangga sudah ada maunya, ada favoritnya, tapi masih kuat ikut-ikutannya. Rangga masih tahap ‘lihat-lihat’ saja. Masih banyak diamnya. Lebih banyak kita yang harus ngoceh. Kecuali di tempat binatang favoritnya, Ra ngoceh dan heboh sekali.

Pulangnya, ada pembahasan dan permainan juga. Biasanya ini akan berlangsung selama beberapa hari setelah kunjungan. Permainan yang digelar biasanya berupa kuis, teka-teki, foto bercerita, memory game, prakarya, dan lain-lain. Pembahasan setelah kunjungan membantu anak melepaskan semua kesan yang tadi belum sempat terungkap, menguatkan kesan tertentu, meneruskan penelusuran (jika ada), mengevaluasi ‘misi’, dan juga melatih memori jangka panjang.

Dengan demikian, mudah-mudahan kunjungan ke bonbin bisa menjadi pengalaman yang mengesankan sekaligus menjadi sarana belajar yang mengasyikkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: