Pembinaan Anak-anak Salman ITB

Museum Anak-anak, Museum Istimewa.

Posted by pasitb on April 4, 2007

museum anak di munichsent by : K’ Echa

Apakah yang selalu kalian bayangkan tentang sebuah museum? Sebuah gedung tua yang penuh dengan benda-benda bersejarah dari jaman dahulu kala? Bayangan kalian tidaklah salah, seperti itulah umumnya sebuah museum. Tapi tidak demikian dengan museum yang satu ini. Kalian tidak akan menemukan benda-benda bersejarah melulu di museum ini. Museum ini memang istimewa, karena ini adalah museum anak-anak.

Menurut pendiri museum, anak-anak seperti kalian sangat ingin tahu. Apa saja ingin kalian ketahui. Apa saja ingin kalian pegang, ingin kalian lihat dari dekat, dan bahkan kalau bisa kalian juga ingin mencicipinya. Iya, kan?. Dengan melihat, merasa, dan mengalami langsung itu barulah kalian puas. Senyum dan rasa puas kalian itulah yang mendorong kelahiran museum ini.

Museum ini bukanlah satu-satunya museum sejenis di dunia. Museum seperti ini pertama kali didirikan di Amerika Serikat. Ternyata sambutannya luar biasa, anak-anak yang berkunjung betah berlama-lama di museum. Maka menyebarlah museum seperti ini ke berbagai belahan dunia. Dan sampai jugalah di kota Munich, Bavaria, Jerman.

Tapi, apa keistimewaan museum seperti ini, hingga membuat teman-teman kalian yang berkunjung ke museum ini keasyikan? Penasaran ? Yuk! Mari kita sama-sama pergi ke sana.

Museum Anak-anak Munich terletak di salah satu sudut di kawasan Stasiun Utama Munich yang luas. Museum ini terdiri dari dua lantai. Begitu memasuki museum sudah terlihat kesibukan di dalam museum. Wah, banyak anak-anak hilir mudik membawa kertas-kertas! Eh, ada juga yang memakai celemek. Cat warna-warni belepotan di seluruh celemek. Begitu juga tangan-tangan anak-anak itu, penuh cat. Kelihatannya seru sekali ya? Sedang apa ya mereka? Masuk yuk! Tapi jangan lupa membeli tiket masuk dulu ya.

Di lantai I ada ada dua ruang yang saling berseberangan: ruang pamer dan ruang laboratorium. Sekarang mari kita masuk ke ruang pamer.

“Wow! Apa itu?“.

Kertas-kertas!. Di sana sini kertas. Kertas…kertas….kertas!
Ya itulah yang terlihat memenuhi ruang pamer.

Mari kita lihat lebih teliti. Di satu sudut berdiri sebuah papan besar seperti papan tulis. Kedua sisi papan ini penuh dengan tempelan sekitar 100 jenis kertas dengan berbagai warna dan corak. Kalian boleh meraba kertas-kertas itu dan merasakan kehalusan dan kekasarannya.

Kertas-kertas itu berasal dari benda-benda yang ada di sekitar kita. Teman-teman kalian yang berkunjung lah yang membawa lalu menempelkannya di sana. Kalian juga pasti sering menemukan benda-benda dari kertas, bukan ? Nah, coba kalian perhatikan, apakah kertas-kertas itu sama semua? Mengapa kertas minyak lebih licin dan tipis, sedangkan kertas untuk kardus kuat dan tebal?

Di sudut yang lain ada kotak kaca yang isinya bermacam-macam kertas pula. Tapi kertas di kotak ini adalah kertas-kertas yang bernilai sejarah. Misalnya, ada uang kertas Deutsche Mark yang secara resmi telah dihancurkan oleh pemerintah. Potongan-potongan itu disusun berbentuk tabung. Deutsche Mark (DM) adalah mata uang yang dulu pernah digunakan di Jerman sebelum Euro.

Berpindah ke sudut lain di ruang pamer, kalian akan melihat hasil karya teman-teman kalian dengan kertas. Terlihat ada kasur dan kursi dari kertas yang bisa diduduki, ada kincir angin raksasa dari kertas, ada mesin raksasa dari kertas, dan masih banyak lagi yang kesemuanya dari kertas. Coba kalian bayangkan apa yang ingin juga kalian buat dengan kertas-kertas ? Sudah ada ide? Ayo! Wujudkan segera.

Nah, itulah yang dapat kalian jumpai di ruang pamer. Selanjutnya kita ke ruang laboratorium, yuk!. Mengapa ya namanya ruang laboratorium ? Mari kita selidiki bersama.

Memasuki ruang laboratorium terlihat ada dua buah meja panjang. Di atasnya ada tiga buah baskom besar berisi cairan berwarna merah muda, abu-abu, dan kehijauan. Ada pula ember berisi air, serbet-serbet, saringan dan cetakan-cetakan. Di sepanjang dinding ruangan dipasang tali-tali. Sekilas tampak seperti jemuran pakaian yang dilengkapi dengan jepit-jepit jemuran. Terlihat pula sebuah mesin penghancur kertas, dan beberapa baskom besar berisi sobekan-sobekan bebeberapa jenis kertas.

Di ruang itu telah menanti seorang kakak pembimbing. Kakak pembimbing ini yang akan menjelaskan dan memberikan pengarahan. Ketika pintu laboratorium dibuka, kakak ini akan meminta pengunjung untuk berkumpul mengikuti beberapa penjelasannya tentang kertas.

“Tahukah kalian, kertas itu terbuat dari apa?“, bukanya.

Seorang anak menjawab,“Selulosa!“.

“Ya, betul sekali.“, katanya lagi.

Begitu seterusnya ia menjelaskan tahap-tahap pembuatan kertas sambil menunjukkan alat yang digunakan dan hasil dari masing-masing tahapan, diselingi tanya jawab.

Setelah penjelasan tentang pembuatan kertas selesai, kakak pembimbing lalu memperagakan bagaimana membuat kertas daur ulang. Nah yang mengasyikkan adalah: setelah kakak itu selesai memberi penjelasan dan peragaan, semua pengunjung boleh mencobanya sendiri. Setiap anak, boleh membuat kertas dengan ukuran, warna, dan gambar-gambar sesuai dengan keinginan masing-masing. Asyik kan?

Tentu saja teman-teman kalian yang sedang berkunjung ke sana bersemangat sekali mencobanya.

“Aku ingin membuat dua kertas, satu dengan warna merah muda dan satu dengan warna abu-abu.“, kata seorang anak.

“Ah, aku ingin ada hiasan beruang kecil di sudut sini“, kata anak yang lain sambil mencetakkan gambar beruang di kertas yang sedang dibuatnya.

Suasana menjadi hiruk pikuk. Semua anak terlihat sibuk dan ceria. Setelah selesai kertas-kertas tersebut di jemur di tempat yang sudah disediakan. Tapi perlu waktu sekitar 10 hari agar kertas itu kering. Jadi kalian boleh kembali lagi ke Museum bila ingin mengambil kertas karya kalian. Dan bagi yang tidak ingin memilikinya, karya akan dipamerkan di museum.

Tentu sangat menyenangkan berlama-lama di ruang laboratorium. Mencoba-coba dengan berbagai warna dan hiasan sangatlah mengasyikkan. Tetapi kita sudahi dulu menengok ruang laboratorium dan kita lanjutkan kunjungan kita ke lantai dua.

Di ruang yang luas ini ada tiga bagian yang dipisahkan oleh jemuran tempat menggantung karya. Ketiga bagian masih menampilkan tema mengenai kertas. Di setiap bagian telah ada kakak-kakak yang akan membantu kalian. Setelah di laboratorium kita melihat bagaimana membuat kertas, sekarang tiba giliran kita untuk mencoba sendiri berkarya dengan berbagai jenis kertas. Kegiatan apa saja yang dapat dilakukan dengan kertas-kertas ?

Kita mulai dari bagian pertama. Di bagian ini ada dua buah meja memanjang. Di meja pertama bergeletakan berbagai macam stempel. Kalian bisa mencobanya sesuka kalian. Silahkan mintalah kertas terlebih dahulu kepada kakak-kakak pembimbing. Mau dibentuk seperti apa kertas tersebut ? Mau dilipat menjadi dua bagian ? atau tiga bagian ? atau seperti amplop? terserah kalian. Lalu cobalah mencetakkan stempel-stempel di kertas kalian.

“A ha ! lucu sekali stempel cincin bergambar boneka teddy ini! Papa lihatlah!,“kata seorang anak perempuan sambil memperlihatkan karyanya kepada Papanya.

“Aku ingin mencobanya lagi dengan warna yang lain“, sambungnya.

“Ma, aku ingin kertasku penuh dengan huruf-huruf!“, kata seorang anak yang lain.

Hiruk pikuk lah jadinya suasana di sana.

Di meja yang lain, di bagian yang sama, tak kalah serunya. Terlihat ada wadah datar yang cukup luas di tengah meja. Di wadah tersebut ada olesan cat-cat dengan beberapa warna. Lalu ada kuas-kuas cat besar dan kecil. Di sini kalian masih dapat bermain dengan aneka pola yang bisa dicetakkan ke atas kertas. Tapi kali ini menggunakan cat warna-warni, bukan cat stempel, Hmmm cobalah, pasti mengasyikkan dan kertas kalian menjadi semakin cantik.

Di atas bagian kedua tergantung tulisan :’Menjilid Buku’. Rupanya di sini kalian bisa belajar membuat buku. Kakak pembimbing akan menunjukkan cara-caranya.

“Ayo, silahkan putuskan bentuk buku yang kamu inginkan. Apakah kamu ingin bukunya memanjang dengan penjilid di pangkal buku, seperti ini ? Ataukah kamu ingin menjilidnya di tengah-tengah seperti ini?“, kakak pembimbing bertanya sambil memperlihatkan contoh bentuk buku yang dimaksud.

Bila kalian ingin bentuk yang memanjang, kalian akan dipersilahkan mengambil dua kertas sampul. Tapi bila kalian ingin bentuk yang ditengah, kalian hanya memerlukan satu lembar kertas sampul.

“Silahkan pilih warna kertas yang kalian inginkan.“, sambung kakak pembimbing.

“Jangan lupa ambil juga beberapa kertas untuk lembaran isi buku.“

Kakak pembimbing masih terus akan membantu kalian membuat buku sendiri. Dia akan menunjukkan bagaimana menjilid yang rapi dan kuat. Setelah buku terjilid kalian dapat menghiasnya sesuka kalian. Di sana tersedia kancing-kancing, manik-manik dari plastik dan kayu, dan juga kertas warna-warni. Kalian bisa menggunakannya sesuka kalian hingga kalian menghasilkan buku yang cantik.

Seorang anak lelaki terlihat sedang berkonsentrasi menghias bukunya. Tangannya mencoba menjahitkan manik-manik dan kancing-kancing di sampul bukunya. Mulutnya bergerak-gerak mengikuti gerakan tangannya. Entahlah dia ingin menghias bukunya seperti apa. Terlihat sampul bukunya sudah penuh dengan kancing dan manik-manik. Tapi dia terus menjahit dengan bersemangat. Andaikan dia ingin membuat buku harian atau buku saku atau sebagai hadiah, tentulah sangat mengasyikan dan membanggakan. Karena itu adalah hasil karyanya sendiri.

Bagian terakhir di ruang ini berjudul: ’Eksperimen’.

“Wah apa yang bisa saya coba di sini?“, tanya seorang anak perempuan yang berambut panjang kepada ibunya.

Ia lalu menghampiri kakak pembimbing di bagian itu. Kakak pembimbing menjelaskan apa saja yang bisa dilakukan di bagian ini.

Di meja tersedia berbagai macam kertas, alat-alat gambar, gunting, dan lem.

“Silahkan kamu menggunakan alat dan bahan yang ada di meja ini untuk membuat sesuatu yang kamu inginkan.“, begitu kata kakak pembimbing.

Anak tadi tampak mulai berangan-angan dan akhirnya ia memutuskan untuk membuat kartu ucapan. Dia ingin di kartunya ada boneka-boneka yang bisa digerak-gerakkan dari tengah kartu. Jadi ketika kartu dibuka, maka kita seperti menonton panggung boneka di dalam kartu. Wah, luar biasa ya idenya. Maka mulailah anak perempuan tadi memilih kertas untuk membuatnya. Kadang dia terlihat ragu dengan kertas-kertas pilihannya. Kadang apa yang dia buat terlalu ringkih, sehingga bonekanya sobek . Tapi dia tetap terlihat bersemangat. Sesekali kakak pembimbing menawarkan bantuan kepadanya.

Anak lain yang sudah duduk di sekitar meja sedang membuat rangkaian bunga tulip merah dan kuning. Anak yang lain ingin membuat baju dan celana dari kertas. Semua anak mencoba mewujudkan keinginannya masing-masing dengan penuh semangat. Bagaimana dengan kalian?

Itulah museum anak-anak Munich. Loh, tapi kok, museum anak-anak isinya hanya kertas-kertas ? Ya memang begitulah museum anak. Tapi jangan kecewa dulu. Sepanjang tahun museum anak tidak terus menerus menampilkan tentang kertas melulu. Jadi kalian tidak akan bosan.

Setiap tahun di museum ini digelar beberapa tema secara bergantian. Misalnya, sekarang temanya kertas, kemudian tentang kimia, setelah itu tentang matematika. Begitu seterusnya. Semuanya digelar dengan cara yang seru dan mengasyikkan.

Satu tema digelar selama tiga atau empat bulan. Dan setiap hari tertentu digelar program-program yang berbeda-beda. Karena itulah kalian bisa datang sesering mungkin tanpa merasa bosan. Kalian akan semakin mengenal tentang hal-hal yang berhubungan dengan suatu tema. Dan yang penting lagi adalah kalian bisa mendapatkan semakin banyak pengalaman langsung dengan tema-tema tersebut. Karena kalian bisa melihat langsung, bisa merasakan langsung, dan mencoba-coba sendiri bermain-main dengan benda-benda yang sedang diangkat sebagai tema. Dengan begitu kalian akan menjadi semakin paham tentang segala sesuatu yang selalu ingin kalian ketahui.

Bagaiamana ? Asyik dan seru, bukan ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: