Matahari mulai merendah dan cahayanya mulai meredup. Sementara itu, orang-orang bergumal di sekitar penitipan sepatu Masjid Salman, mereka baru saja menyelesaikan shalat Asharnya. Di ujung selatan selasar hijau, tepat di depan penitipan sepatu, ada dua meja panjang di atas dua tikar. Di atas tikar, ada dua orang wanita, berjilbab, duduk bersimpuh. Di samping mereka, ada banner bertuliskan “SANJORE mencari harta karun di negeri air.” Wah….apa itu Sanjore?
Sanlat Jambore kata mereka.
Apa itu?
Sanlat kependekan dari Pesantren Kilat, lalu Jambore? Kata jambore berasal dari Jamboree dalam bahasa Inggris, yang menurut Encarta Dictionary: big celebration: a large-scale planned celebration with various events and entertainments. Dari definisi ini, akan terbayang dalam benak kita, betapa ramai dan penuh dengan kegiatannya acara ini. Tentu saja, menurut mereka yang jaga, acara Sanjore yang akan di selenggarakan selama lima hari, dari tanggal 2 sampai 6 Juli ini akan dipadati dengan kegiatan-kegiatan menarik. Mulai dari simulasi bencana, training metode Alquran dengan metode kinestetik, kunjungan ke pabrik pengolahan susu dan PLTA dan masih banyak lagi. Sanjore ini rencananya akan di laksanakan di Situ Cileunca, Pangalengan.
Menarik. Lalu, bila menggeser sedikit pandangan ke arah timur, tepat di depan Gedung Kayu, akan kita lihat beberapa orang sedang asyik berjongkok. Apa yang mereka kerjakan? Beberapa orang menempel-menempel kertas HVS bekas ukuran A4 membentuk kotak dengan ukuran sekitar 4×5 m2. Yang lainnya sibuk membuat aneka gambar, kepiting, anak yang sedang bermain dan banyak lagi. Sebagian lainnya dengan kuas di tangan mewarnai gambar-gambar yang telah di buat dengan aneka warna-warna terang, yang memberi kita kesan ceria.
Apa tujuan mereka melakukan semua itu? Setelah bertanya pada salah seorang dari mereka, segeralah kita tahu mereka dari PAS (Pembinaan Anak-anak Salman). Sebuah unit Salman ITB yang memfokuskan kegiatannya di bidang pembinaan anak-anak dari mulai umur 3 tahun (TK kecil) sampai kelas 6 SD. Nah, yang sedang mereka lakukan sekarang adalah mempersiapkan media visual untuk acara Sanjore. Hmm…ternyata, yang menyelenggarakan acara Sanjore ini adalah PAS ITB!
PAS ITB memang mempunyai sejarah panjang dalam pelaksanaan acara-acara anak yang kental dengan pembinaan keislaman dan pembentukan karakter anak. Tengok saja catatan jumlah Sanlat yang telah diselenggarakan oleh PAS ITB: 19 kali. Ini berarti, selama kurang lebih 19 tahun PAS ITB telah berpengalaman mengelola acara-acara seperti ini.
Sanjore ini adalah sanlat ke 20 yang akan diselenggarakan oleh PAS ITB. Sampai saat ini animo anak-anak yang ingin mengikuti acara ini cukup tinggi, setidaknya sudah 73 anak mendaftarkan dirinya di acara ini. Wajah mereka, anggota PAS ITB, terlihat ceria ketika mengatakan sudah 73 anak mendaftar di Sanjore, seolah menghapus kelelahan yang terlihat dari wajah mereka setelah seharian mengerjakan media untuk Sanjore.
Matahari turun lebih rendah lagi, memberi keteduhan suasana. Sementara para anggota PAS terlihat mulai membereskan peralatan mereka. Stan pendaftaran yang tadinya ada di selasar hijau (asalnya di depan gedung kayu, tapi, karena gerimis di pindah ke selasar hijau) dan kemudian di pindah ke depan gedung kayu pun mulai di bereskan. Mereka semua membawa barang-barang mereka ke lantai tiga gedung kayu, sekre PAS ITB.
— sanjore press —